Sa'at aku menangis dia menghiburku
Bila tangisku belum mereda
Dia menawarkan pundak untukku
Bila tangisku belum juga berhenti
Dia akan menangis bersamaku
Sa'at semua orang tak peduli tentang lukaku
Dia tetap bersamaku, selalu disampingku
Membalut lukaku..bila lukaku belum sembuh
Dan aku ingin berjalan, Dia akan memapahku
Sa'at aku butuh orang disampingku
Dia selalu ada dengan tangan terbuka
Dan selalu dapat aku percaya
Untuk menyimpan segala rahasia
Sa'at aku punya salah, dia meluruskannya
Yang salah akan dikatakan salah
Dan dia akan memberi tahuku dimana letak salahku
Dan sebaliknya bila aku benar
Dia akan mendukung dan mengatakan benar
Sa'at langkahku goyah dan tak tegap
Dia selalu siap untuk menopang
Dia ibarat pelengkap dalam hidupku
Tanpanya hidupku terasa tak lengkap
Aku mencintainya karena Alloh
Dan dia mencintaiku karena Alloh pula
Akan kujaga dia sampai kapan juga
Karena dia temasuk kebutuhan jiwa
Siapakah dia..?
Dia adalah kamu kawan
Tanpamu hidupku tak lengkap
Sungguh akan kutulis namamu dihatiku
Hadirmu bagai pelangi
Membawa warna-warni dalam hidupku
Indah kita rajut kebersamaan
Dengan nama persahabatan
Selengkapnya...
Friday, June 5, 2009
Dia Adalah Kamu
Ada Sa'atnya
Ada sa'atnya berdiam
lebih baik dari pada bicara
dan ada sa'atnya berbicara
lebih baik dari pada berdiam
Ada sa'atnya berhenti
lebih baik dari pada berjalan
dan ada sa'atnya berjalan
lebih baik dari pada berhenti
Ada sa'atnya menerima
lebih baik dar pada memberi
dan ada sa'atnya pula memberi
lebih baik dari pada menerima
Semua ada sa'atnya
mana yang lebih baik
dan membawa manfa'at
itulah yang harus didahulukan
Selengkapnya...
Hnaya Bayang Ynag Tertinggal
dia melangkah pergi
meninggalkan aku seorang diri
dalam sepi dan sunyi
tiada orang yang perduli
dia melangkah pergi
meninggalkan luka dihati
meninggalkan seribu janji
namun tak satupun yang ditepati
dia melangkah pergi
membawa separuh hati
membawa kenangan yang sempat terpatri
membawa ceria yang sempat singgah disanubari
dia melangkah pergi
hanya bayangnya yang tertinggal
makin lama makin pudar
hilang tak berbekas
hingga telah kulupa seperti apakah dia
dia melangkah pergi
kini aku mohon agar dia tak pernah kembali lagi
cukuplah sudah luka hati
aku tak mahu merasakan untuk yang kesekian kali
dia melangkah pergi
kubiarkan dia pergi dan melangkahkan kaki
semoga dia selalu dalam lindungan Illahi Rabbi
selamat tinggal aku ucapkan untukmu teman yang pernah singgah dihati ini
Selengkapnya...
Pengemis jalanan
uara sumbang terdengar
diantara suara riuh kendaraan
dengan nada dan not-not yang tak beraturan
mendendangkan lagu keceriaan
suara sumbang terdengar
dengan irama musik kaleng rombengan
tanpa petikan gitar sebagai pengantar
kadang suara lengkingan memekakkan telinga pendengar
suara sumbang terdengar
dari bibir-bibir mungil pengamen jalanan
mereka menyanyikan lagu kebahagiaan
harapan dan juga perdamaian
suara sumbang terdengar
dengan lincah mereka sambil menadahkan tangan
meminta sedikit belas kasihan
pada semua orang yang ditemui dijalan
suara sumbang masih terdengar
sebelum matahari terbenam diperaduan
setelah hari beranjak malam, tiada lagi suara sumbang
karena pemilik suara sumbang telah terlelap dikolong-kolong jembatan
adakah kau memperdulikan...???
Selengkapnya...
Sebait Tak Bermakna
aku masih disini
menyilak mimpi-mimpi
semalam yang masih terngiang
memilahnya mana yang dapat kuambil
dan mana yang harus kubuang
aku masih disini
kembali pada impian
yang sempat terlontar
tercabik dan terbuang
aku masih disini
menata kembali harapan
yang sempat tersingkirkan
kini aku telah tegak diambang penantian
pada sebuah impian dan harapan
Selengkapnya...







