Air melurut ketepian mandi
Kembang berseri bunga seduduk
Elok diturut resmi padi
Semakin berisi semakin tunduk
Tumbuh melata sipokok tebu
Pergi kepasa membeli daging
Banyak harta tak ada ilmu
Bagai rumah tidak berdinding
Buah cempedak bentuknya bujur
Sangat disukai oleh semua
Jika kita bersikap jujur
Hidup kita dipandang mulia
Kayu bakar dibuat arang
Arang dibakar memanaskan diri
Jangan mudah menyalahkan orang
Cermin muka lihat sendiri
Bandar baru seberang perai
Gunung daik bercabang tiga
Hancur badan tulang berkecai
Budi yang baik dikenang juga
Terang bulan dimalam sepi
Cahya terpancar kepangkal kelapa
Hidup didunia buatlah bakti
Kepada ibu dan juga bapa
Pinang muda dibelah dua
Anak burung mati diranggah
Dari muda sampai ketua
Ajaran baik jangan drubah
Buah pelaga makan dikikir
Dibawa orang dari hulu
Sembarang kerja hendaknya dipikir
Supaya jangan mendapat malu
Sumber..dari majalah Mutiara Amaly
Selengkapnya...
Thursday, February 11, 2010
Pantun Hikmah
Berbalas pantun
Onde-onde
Dari ketela
Jangan ber andai
Nanti kecewa
Rintik-rintik hujan gerimis
Gayuh sepeda kepulau kuta
Ada apa dindaku manis
Apa dirimu sedang terluka
Jalan-jalan kekota kembang
Akhirnya dapat kenalan juga
Aduh abang-aduh abang
Karena cintamu dinda terluka
Kalau tahu pedang tajam
Jangan dekati nanti terkena
Bila tahu cintaku menghujam
Marilah kita bermain cinta
Petikkan aku setangkai mawar
Jangan lupa melati juga
Aku mohon abang bersabar
Hingga kelak waktunya tiba
Kuhirup harum bunga melati
Tumbuh ditaman indah berseri
Baiklah dinda aku menanti
hingga kelak walimu mengizini
Kumbang bergelayut
Didahan Bunga
Cintaku bergelayut
Untuk abang saja
Manis-manis buah rambutan
Baru dipetik dari ladang
Manis-manis dara bertebaran
Tak semanis dindaku sayang
Bila hendak berburu kehutan
Jangan lupa membawa pedang
Bila abang melontarkan pujian
Betapa hatiku bertambah girang
Selengkapnya...
Pantun
Disana gunung disini gunung
ditengahnya ada telaga
disana bingung disini bingung
itu tandanya harus berdoa
jalan-jalan kepantai kuta
elok nian pemandangannya
apa gunanya menumpuk harta
bila hati tak juga bahagia
berlibur kekota bandung
naik sepeda beroda dua
janganlah jangan anda bingung
mari bernyanyi riang gembira
tidur malam bangun pagi
sarapannya hanya roti
tiada hari tanpa multiply
menyapa teman dengan senang hati
Selengkapnya...







