Ibuku wanita biasa
tidak sekolah seperti wanita pada umumnya
tapi mampu menjadi madrasah yang sempurna
Ibuku wanita biasa
yang menyayangi anak-anaknya
seperti wanita pada umumnya
Ibuku wanita biasa
bisa menangis bisa marah
atas kenakalan anak-anaknya
sama seperti wanita lainnya
tapi ada sisi luar biasanya
Ibuku rela tidak tidur dan tidak makan
demi kami anak-anaknya
luar biasa karena
Ibu rela meninggalkan harta benda
demi cinta dan meraih ridha-NYa
luar biasa karena
Ibu dapat menyayangi anak tirinya
melebihi sayangnya pada anak kandungnya
luar biasa karena
Ibu ikhlas dipoligami
tetap mendampingi Ayah dengan setia
dan mampu menjadi contoh bagi anak-anaknya
Ibuku punya lagu yang paling disukainya
kalau tidak salah begini liriknya
"batu miangin mamiri..angin mgerang dingin-dingin
tanah luntas sari kuku..ya aule nama ngurangi
tuti nayan-tuti nayan parisinau"
itulah penggalan liriknya..ada yang tahu ga..?
Rose mencintai Ibu karena Allah
semoga Allah mempertemukan kami di surga-Nya
semalam Rose ga bisa tidur..Rose rindu Ibu
egoiskah Rose bila merindukan Ibu..?
maafkan rose yang tak bisa merangkai kata dengan indah
cukup dengan doa yang rose rajut setiap saat untukmu Ibu
Selengkapnya...
Thursday, February 11, 2010
Ibuku Wanita Biasa
Tatapannya membuatku Rindu
Kemarin aku libur..dan karena si nenek ga begitu sehat jadi aku keluar hanya untuk cari makan dan mampir keperpustakaan sebentar untuk pinjem buku, setelah buku yang aku cari ketemu akupun dengan segera hendak pulang..kasian si nenek kalau dirumah sendiri takut terjadi apa-apa
Sampai didepan pintu masuk perpustakaan aku melihat ada seorang mbak yang mengendong bayi, akupun menghampirinya dan kusapa "duh anaknya lucu banget mbak, tapi kenapa jam segini an hari minggu pula yang otomatis sangat banyak orang dibawa ke couswaybay..?" tanyaku "iya cuma sebentar kok..nganterin kakaknya keperpustakaan aja..ini juga sudah mau pulang, mbak libur ya..?" dia balik nanya, akupun mengangguk
Akhirnya mbbak itu pamit untuk jalan lebih dulu..namun dihatiku serasa ada yang mengganjal..hingga kuhampiri mbak itu kembali "mbak tunggu" panggilku hingga mbak pun menghentikan langkah dan menatapku dengan sedikit tatapan heran "mbak apakah mbak harus cepat-cepat sampai rumah..?boleh ga aku gendong bayinya barang sebentar..?" pintaku dengan penuh harap..setelah mbak mengizinkan akupun menggendong bayi perempuan itu yang umurnya sekitar 6bulanan dan dipanggil Meme (meme=adik dalam bahasa mandarin)
Kukira Meme takut dengan dandananku yang seperti ninja (jilbab+masker) jadi matanya saja yang kelihatan, namun dugaanku salah..sekilas saja dia berontak namun tidak menangis..saat telah digendonganku si Meme menatap lekat mataku dan mata kami beradu membuat aku merindukannya..merindukan bagaimana rasanya jika ada makhluk didalam perutku, mungkin akan sangat menyenangkan
Sambil menatap mataku Meme meraih ujung jilbabku dan memainkannya..sungguh pemandangan yang luar biasa, disaat tangan kecilnya menari-nari memainkan ujung jilbabku, pandangan matanya tak beralih dan tetap memandang dikedalam mataku hingga menusuk kedalam kalbuku, betapa aku rindu tatapan itu
Setelah puas menatap mataku, bibir kecil meme membentuk hurup O, hingga terlihat lucu dan imut sambil ngoceh kanan kiri..bertambahlah rasa rinduku akan kehadiran makhluk kecil dalam hidupku, namun aku harus bersabar karena Allah belum mengizinkan aku untuk hal itu..semoga tak lama lagi
Tanpa aku sadari ternyata aku sudah setengah jam menggendong Meme..hingga mbak itu mengambil Meme dari gendonganku dan berlalu pergi, meninggalkan aku yang masih berdiri mematung, tak terasa butir-butir mutiara keluar dari kedua mataku..betapa aku merindu
Selengkapnya...
Kesunyian Malam
udara dingin malam semakin terasa..menembus tulang-belulang..meleberkan pori-pori badan..butuh selimut sebagai penghangat badan..selimut kedamaian yang teridamkan
dingin dan sunyi selalu berteman..dalam ritme kehidupan..keduanya saling bersinanggungan..hingga bila dingin menghampiri tak ketinggalan sunyipun terut beraksi
dan sunyi berteman pula dengan sepi..merasuk merajai dalam diri yang tiada tegas dalam memutusi suatu masalah yang dihadapi..setelah diantara dingin, sunyi, dan sepi menyatu..deritapun akan mengikuti..begitulah kehidupan ini
Selengkapnya...
Aku dan wanita itu
Aku mengenal pria itu lewat dunia yang tak teraba namun terasa, dan banyak orang bilang namanya dunia maya..aku mengenal sosok pria itu lewat tulisan-tulisannya yang penuh kelucuan tapi bermakna, 10bulan yang lalu aku mengenalnya tepat saat purnama, kini telah 3bulan dia menghilang, dan 3bulan yang lalu saat purnama tak aku sangka itu merupakan chat terakhir dengannya, saat aku telah selesai merampungkan kerjaan aku buka YM dan mendapati pesan offline darinya yang tak lain merupakan puisi indah..(itu bagiku) bagini puisinya dan termasuk puisi terakhir yang aku terima darinya :
Getaran Gita Rindu
gita rindu mengalun perlahan
membuai serpihan harap
kasih yang kau semai di batin ini
berbunga tak bermusim
gemuruh ombak menjilati pantai
rinduku tak pernah terkikis
karang yang tegak tak tergoyah
cintaku lestari di dekap sepi
bebatuanpun setia menemani sungai
air mengalir tetap jernih
sampai kelak raga tak bernyawa
cintaku tetap sebening embun
Setelah kubaca puisinya akupun menyapanya lewat YM
Aku : kanda..apakah udah lama menunggu..?bagus puisinya, thx kanda :)
Dia : iya..dinda baru selesai ya kerjanya..?udah mandi belum sayang..?udah makan belum sayang..?
Aku : udah semuanya..udah cantik udah wangi :D
Dia : dinda..besok kanda harus kembali ketanah air, Ibu kanda sakit..dinda harus percaya sama kanda..kanda sayang dinda dan tak akan pernah melupakan dinda..percayalah pada kanda dinda..
Aku : Ibu sakit apa..?emangnya kanda udah dapat tiket untuk kembali ketanah air besok..?kenapa mendadak sekali..? apakah sebelumnya sudah kanda rencanakan kalau kanda mahu kembali ketanah air..tapi kanda sembunyikan dari dinda..?
Dia : iya Ibu sakit, mag akutnya kambuh..dan bisa ga bisa kanda harus selekasnya pulang..semua dadakan dinda, dan yang mengurus tiketnya semua Bos kanda..jadi kanda ga tahu menahu tentang tiket..kanda terima bersih
Aku : doa dinda untuk Ibu semoga selekasnya sembuh..amin, apakah kanda akan balik lagi atau ga..?
Dia : masalah itu harus kanda pikir-pikir lagi..sekarang kanda belum tahu, nanti kalau udah sampai ditanah air kanda kabarin ya
Aku : icon khawatir
Dia : lihatlah dinda..malam ini cuacanya sangat indah, lihatlah purnama disana, menjadi saksi kita, malam ini malam purnama keenam kita dinda, dan bulan purnama menjadi saksi kanda berucap setia dan akan segera ngasih kabar sama dinda begitu kanda sampai ditanah air..kanda mencintai dan menyayangimu dinda, jadi janganlah dinda khawatir
Aku : iya dinda akan menunggu kabar dari kanda
Dia : dinda berjanjilah dinda akan setia menjaga cinta kanda, dan akan menunggu kanda memberi kabar kedinda
Aku : ya dinda berjanji akan setia, dan kanda juga harus berjanji akan sesegera mungkin ngasih kabar ke dinda apapun yang terjadi
Dia : iya kanda berjanji begitu sampai ketanah air, kanda akan langsung memberi kabar ke dinda..dan sekarang kanda mau beres-beres dulu ya
Aku : iya..
Dia : ya udah dinda bobo dulu gih dah malem..hati-hati ya dinda disaat kanda belum ngasih ke kebar sama dinda
Aku : baiklah kanda..kanda juga hati-hati dan ingat janjinya, disini dinda menunggu
Dia : tentu kanda akan mengingatnya..met bobo kekasihku, ambillah selimut kasihku sebagai penghangat tidurmu, kanda mencintaimu dinda :-h
Aku : trimakasih kanda :-h
Setelah mengucap salam..berakhirlah chating malam itu, dan besoknya sekitar jam 21:00 malam dia menelponku untuk pamitan..setelah berpesan hati-hati dan mengucap seribu janji diapun menutup telponnya karena akan berangkat 10menit lagi, dengan linangan airmata aku melepasnya..dan doa tulus selalu terucap untuknya, semoga selamat sampai tujuan.
Hari pertama aku menunggu kabar darinya..namun tiada kuterima, seminggu berlalu berita darinya belum juga ada..aku masih positif thingking, kutunggu hingga sebulan..belum juga ada kabar beritanya, aku mulai gelisah..namun masih kutunggu, satu bulan berlalu, dua bulan terlewati belum juga kabar kuterima..kini bulan ketiga aku dalam penantian..lagi-lagi aku harus kecewa
Dan bulan keempatnya, akupun pulang ketanah air (sebelumnya aku di S'pore) setelah sampai ketanah air berbekal namanya aku berusaha mencarinya dengan modal nekat karena tanpa alamat dan tanpa photo dirinya, tujuanku adalah kotanya..dikotanya aku mencari sosoknya, setiap orang lewat aku tanyai siapa tahu ada yang kenal
Tak ketinggalan tiap sudut rumah dan warung kopi aku singgahi untuk menanyakan satu nama..yaitu namanya, hingga setelah hari hampir sore sekitar jam 3 an ada seorang pemuda yang berlari-lari menuju diwarung kopi yang aku singgahi
Pemuda itu dengan napas tersengal memberitahukan bahwa orang yang tadi pagi mengalami kecelakaan kini nyawanya tak tertolong dan sudah dibawa kerumah duka, orang-orang yang ada diwarung kopipun semua menghampur kerumah duka..tak ketinggalan aku juga turut serta
Disana kulihat pemandangan yang amat tragis..seorang yang terbaring dengan kain putih menutup sekujur tubuhnya dan disampingnya ada seorang wanita muda yang meraun-raung sambil memeganggi perutnya, aku tak kuasa melihatnya, aku turut menangis..karena aku yakin mereka adalah pengantin baru dan wanita muda itu tengah mengandung buah hati dari orang yang kini terbujur kaku
Aku hendak beranjak pergi..namun hatiku mencegahnya dan bahkan ingin melihat wajah dari orang yang telah terbujur kaku itu..hingga aku beranikan diri untuk maju, dan sa'at ada orang membuka penutup kain putih itu..aku kaget, dan hampir saja aku pinsan Innaillahi ternyata yang mendapat kecelakaan adalah seseorang yang aku cari, aku menyakinkan diriku bahwa itu bukan dia..namun hatiku menolak..hatiku mengatakan benar itu adalah dia yang aku cari
Sebelum aku pinsan..akupun mundur, mencari tempat untuk duduk..jauh dari kerumunan orang, aku menangis..hingga ada seorang perempuan yang menghampiriku "apakah kamu mengenal siapa yang kecelakaan itu..? dan kamu siapa..?sepertinya kamu bukan orang sini ya..?" tanyanya penuh selidik "iya aku bukan orang sini..dan aku datang untuk mencarinya, dia adalah temanku saat bekerja diluar negeri dulu..bukankah dia yang bernama Dani, dan pulang 4bulan yang lalu..?" jawabku sekaligus bertanya
"iya dia bernama Aa Dani..namun orang-orang disekitar sini lebih mengenalnya dengan sebutan Jagor, dia menikah 3bulan yang lalu, dengan pilihan keluarganya, karena Ibunya sakit..dan sebelum pergi untuk selamanya ingin menyaksikan putra pertamanya menikah dulu, awalnya Jagor ga mau menerima gadis pilihan keluarganya karena dia bilang telah punya gadis yang bakal dipinangnya, tapi gadisnya masih diluar negeri..dan 4bulan lagi baru akan pulang, namun karena kondisi Ibunya yang tidak memungkinkan untuk bertahan..dengan ikhlas dia meneriam gadis pilihan keluarga, dan saya masih saudaranya..anak dari pamannya " jawab perempuan itu panjang lebar
"oh jadi begitu pokok masalahnya..kenapa dia ga memberi kabar pada gadisnya yang diluar negeri disa'at dia telah sampai ditanah kelahirannya..mangapa juga sa'at Ibunya menyuruh menikah dia tak kasih kabar kegadisnya..?" tanyaku tanpa aku sadari
" kalau masalah itu saya ga begitu tahu..karena dia ga pernah curhat pada saya, tapi saya yakin..dalam berumah tangga dengan gadis pilihan keluarganya dia tidak bahagia, tapi walaupun begitu dia pria yang bertanggung jawab..3bulan terakhir ini dia giat bekerja, hingga akhirnya mengalami kecelakaan tepat disaat empat bulan kepulangannya dan empat bulan yang selalu disebut-sebutnya" jawab perempuan itu sambil menangis sesenggukan..akupun tak kuasa dengan refleks kupeluk perempuan itu dan kami menangis sambil berpelukan..hingga akhirnya kuceritakan juga siapa aku hingga ingin mencarinya, mencari pria yang telah terbujur kaku
tak kuasa mendengar ceritaku perempuan itupun memeluk dan menghiburku, setelah kurasakan sedikit tegar akupun mohon diri..perempuan itu mencegah..namun aku tak mahu menambah beban istrinya bila aku bertatap muka dengannya, dengan langkah gontai aku menuju warung kopi dan duduk diemperannya, dalam hati aku bertekad untuk mengetahui dimana dia akan dimakamkan..hingga akupun menunggu detik pemakaman itu
Setelah maghrib usungan jenazah lewat diwarung kopi..akupun mengikuti dari belakang, alhamdulillah malam ini purnama hingga pengusung jenazah dimudahkan dalam pekerjaannya..dan aku sepanjang jalan menangis, kutatap purnama disana..malam ini adalah malam purnama kesepuluh aku mengenalnya, dan purnama tetap masih menjadi saksi bisu tentang janjinya..tentang setianya, sekaligus menjadi saksi bisu kesetiaanku
Setelah orang-orang pengusung jenazah pulang..aku mendekati gundukan dimana pria yang aku kenal 10bulan yang lalu, dan pernah merajai hatiku itu kini terbaring disana..aku tidak menangis..aku hanya memandangnya dan berdoa semoga amal ibadahnya diterima disisi Allah, sebelum aku meninggalkan tempat itu aku berbisik "selamat jalan kekasihku..kita tak bisa menyatu didunia ini, semoga kelak diakhirat sana kita bertemu kembali"
Kini aku benar-benar melenggang pergi..meninggalkan gundukan tanah sendirian, dan dalam hatiku berkata "aku atau wanita itu yang beruntung..?"
Selengkapnya...
Cyber Love
Awalnya aku hanya mengenalnya lewat dunia maya..atau cyber, saling menyapa lewat YM, email dan sosial network lainnya, karena seringnya saling menyapa dan saling memberikan perhatian..lambat laun perasaan indah itu hadir pula dibenakku, dan ternyata bukan aku sendiri yang merasa..karena tak lama kemudian Romi mengutarakan perasaan yang sama terhadapku
Setelah satu bulan terlewati Romi berniat untuk meminangku pada orang tuaku dan akan sesegera mungkin kekotaku akupun mengiyakan setelah Romi menyakinkanku "Rim..sudah sebulan kita kenal lewat dunia cyber, dan bila tidak ditindak lanjuti aku takut akan menambah dosa diantara kita, karena ini juga termasuk berkhalwat..Rim maukah kamu menjadi bidadari nyata dan khayalku..?" (Rim nama panggilanku, Rima namaku)
"Baiklah aku akan menunggumu, dan akan kubicarakan dulu dengan kedua orang tuaku, semoga mereka merestui, dan bagaimana dengan kedua orangtuamu apakah mereka tak keberatan dapat menantu dari jauh sepertiku..apakah kau telah meminta izin untuk meminangku..?" tanyaku dengan khawatir
"Insya Alloh kedua orang tuaku telah merestui, namun belum bisa ikut untuk meminang, hanya kakakku yang nanti turut serta dalam meminangmu, segeralah hal ini kamu bicarakan pada kedua orang tuamu, semoga jalan kita untuk menyempurnakan sebagian Dien ini diberi kemudahan oleh Alloh..amin" jawabnya
Akupun mulai berbicara dari hati kehati dengan orang tuaku, setelah selesai makan malam bersama aku memulai dengan ragu-ragu "Ayah Ibu ada yang ingin Rima sampaikan pada Ayah dan Ibu" kataku dengan menunduk
"katakanlah Nduk..kamu punya hak berpendapat dirumah ini, katakan dan tak usah ragu-ragu, bila yang kamu katakan untuk kebaikan keluarga..pasti Ayah dan Ibu akan mendukung"
"Ayah Ibu..Rima sudah besar, umur Rima sudah 25 tahun, Rima ingin menikah dengan pria pilihan Ima sendiri Ayah, dan Rima mohon restunya..beberapa hari lagi dia akan datang untuk meminang Rima langsung pada Ayah dan Ibu"
Ayah dan Ibu saling berpandangan dan tersenyum..kali ini Ibu yang menyahut "oh iya gadis Ibu sekarang sudah dewasa dan berhak menentukan masa depannya..Ibu dan Ayah tidak akan melarang niat baikmu Nduk yang terpenting suamimu nantinya mau tinggal disini sama kita, dia dari daerah manapun Ibu tak akan mempersoalkannya, baiklah kabari calon suamimu untuk segera meminangmu..Ibu juga sudah tidak sabar ingin meminang cucu"
Sambil mengucap hamdalah kucium Ayah dan Ibu sebagai ucapan sayang dan trimakasih, tak terasa airmata bahagiaku mengalir, namun ada satu kekhawatiran..apakah nanti Romi benar-benar mau tinggal disini, kalau Romi mungkin tidak ada masalah, namun untuk kedua orang tuanya gimana..sedangkan kalau aku memang tak mungkin ikut dengan Romi karena aku anak satu-satunya dalam keluarga dan Ayah Ibu sangat membutuhkanku dihari tuanya
Waktu terus berjalan, dan Romi benar-benar datang meminangku..Ayah dan Ibu menerimanya dengan lapang namun dengan satu syarat Romi harus rela tinggal dikotaku, kini mulai dapat kulihat perubahan diwajah Romi..sepertinya ini pertanda tidak baik, akhirnya Romi berkata "baiklah Pak Bu romi pamit dulu, dan akan Romi rundingkan bersama Ayah dan Ibu Romi dulu"
Setelah mengucap salam dan kami mengantarkan sampai dijalan depan, Romipun berlalu pergi, kepergiaannya membawa seribu beban yang bergelayut, dua hari tiada komunikasi hingga hari ketiga Romi menyapaku lewat YM "maafkan aku Rima kedua orang tuaku tidak merestui aku tinggal dikotamu, namun percayalah aku tetap akan memperjuangkan cinta kita karena aku yakin Alloh bersama kita..tapi izinkan aku untuk bekerja keluar negeri dulu, dengan waktu yang belum pasti..maukah kamu menungguku Rima..yakinlah bahwa ini ujian cinta kita..?"
Deg..hatiku berdegup kencang, "kalau belum pasti terus aku harus menunggu berapa lama Rom..?bukan aku tak sanggup untuk menunggu..tapi aku wanita Rom..terus bila aku menolak setiap pria yang datang dan kamu belum juga pulang apa kata tetangga..kita tidak hidup sendiri Rom..bagaimana pedih pula hati kedua orang tuaku..?"
Beberapa saat lamanya saling berdiam diri hingga khirnya Romi PM lagi "kalau begitu ya terserah kamu..aku tak bisa tinggal dikotamu untuk saat ini, aku tak bisa menyakinkan kedua orang tuaku, bila kamu hendak menikah..menikahlah aku rela, walau hatiku teriris..mungkin diantara kita memang belum berjodoh, satu harapanku semoga kau tetap bertahan menungguku..sekian dulu mungkin aku mau off"
Romi telah offline dan meninggalkan aku sendiri dengan seribu bimbang..hatiku serasa diaduk-aduk, aku berdiri didua sisi yang membutuhkan konsisten tinggi, setlah dalam perenungan yang panajng tenatng segala akibat yang harus aku tanggung, akupun mengambil keputusan untuk keluar negeri pula, dengan merayu-rayu pada Ayah dan Ibu dan sedikit ancaman bahwa aku kaan kabur dari ruamh kalau tak mendapat izin, akhirnya Ayah dan Ibu mengizinkanku keluar negeri
Dan tujuanku adalah negara Hong Kong sabagai TKW, setelah aku samapi di HongKong aku mendapat majikan ang super baik yang telah menganggapku sebagi anaknya sendiri, hingga akupun kerasan, lambat laun akupun mulai melupakan Romi, dan setiap 2tahun aku ambil cuti 2minggu pulang keIndonesia, banyak pemuda yang melamarku tapi dengan halus aku menolaknya, dengan alasan aku masih ingin bekerja..tak terasa waktu terus berputar dan aku telah 9tahun di Hongkong, kurang setahun lagi aku ingin pualng dan tak ingin kembali lagi
Selama 9tahun itu pula aku tak pernah membuka emailku, aku tak pernah menyentuh computer barang sedikitpun..aku ingin benar-bear melupakn kehidupan cyberku, namun tiba-tiba 6bulan sebelum kepulanganku aku ingin kewarnet dan ngecek email..kubuka juga YM, ada banyak sekali PM offline dari Romi, dan yang terakir ditulisnya sejam yang lalu dengan pesan seperti ini "Rima dimana sebenarnya kamu Rim..apakah kamu sudah benar-benar melupakanku..?memang terlalu lama kita berpisah sekitar 9.5tahun, tapi ketahuilah sampai detik ini yang ada dihatiku cuma kamu, dan 6bulan lagi aku kan pulang keIndonesia, dan aku akan kembali datang kerumahmu..tunggulah aku"
Akupun membalasnya..hingga akhirnya komunikasi kembali lancar dan kita menentukan hari yang sama untuk pulang ketanah air, hari yang dinantipun tiba, sekarang kebersamaan kembali hadir dan orang tua Romi juga sudah merestui, pnantian 10tahunku tiada sia-sia, ucap syukur aku panajatkan pada Alloh yang Maha Penyayang
Akhirnya aku dan Romipun menikah dengan cara yang sederhana, umurku telah menginjak 35tahun dan Romi 40 tahun..atas izin Alloh kita bertemu kembali masih dengan rasa yang sama dihati seperti 10tahun yang lalu, setahun setelah menikah akupun melahirkan bayi kembar laki-laki, dan dua tahun berikutnay melahirkan 2bayi kembar wanita, dua tahun berikutnya melahirkan pula seorang putri..kini lengkap hidupku denagn kebahagiaan dalam keluarga..dan usia pernikahanku dengan Romi 6tahun dan dikarunia 5orang putra dan putri..kini usiaku 41tahun, aku merasa begitu bahagia
Kesimpulan cerita diatas adalah: kalau memang jodoh tak akan lari kemana, dan bila tak jodoh kitapun tak dapat memaksa, mengapa Rose masih juga masih dalam ragu yang tak menentu.., cerita diatas ditulis oleh rose untuk menghibur diri rose sendiri khususnya, dan untuk teman-teman juga bila ada yang sudi meluangkan waktunya untuk membaca..trimakasih
Happy weekend all my friends..salam manis Rose *_^
Tags: coretan
Selengkapnya...







